Cegah Dan Tuntas Kenakalan Remaja Di Bangku Sekolah Melalui Pendidikan Karakter Dengan Bimbingan Konseling

Salah satu masa yang terpenting dalam perkembangan manusia adalah masa remaja. Dalam masa ini, individu mengalami berbagai perkembangan baik perkembangan fisik, psikis, sosial, maupun perkembangan emosional.

 

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa. Perubahan yang sangat pesat yang terjadi pada masa transisi ini biasanya menyebabkan labilnya emosi pada diri remaja. Meningginya emosi remaja biasanya disebabkan terutama ketika remaja berada di bawah tekanan sosial dan menghadapi kondisi ataupun lingkungan baru. Masalah-masalah akan timbul ketika seorang remaja gagal untuk mengembangkan pengendalian diri dalam menghadapi kondisi tersebut.

Masalah-masalah yang sering kali terjadi pada remaja timbul pada saat proses interaksi antara remaja dengan lingkungannya. Masalah yang ditimbulkan oleh remaja biasanya disebut dengan kenakalan remaja. Kenakalan remaja dapat berupa tindakan kenakalan biasa hingga kepada tindakan yang menjurus kriminal. Survei yang dilakukan Federasi Kesehatan Mental Indonesia (Fekmi) menemukan bahwa para remaja telah mengenal tempat maksiat, perilaku minum minuman keras, merokok, dan narkoba yang sudah muncul pada remaja awal.

 

Pendidikan Memang Penting, Terutama Pendidikan Karakter.

Apabila dilihat dari rentang waktunya, di Indonesia, umumnya usia remaja merupakan usia bagi pelajar. Itulah mengapa pendidikan menjadi salah satu aspek yang penting dalam kehidupan remaja, terutama digunakan sebagai benteng atau filter bagi kenakalan remaja.

Melalui pendidikan diharapkan setiap individu dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya agar menjadi pribadi yang sukses. Melalui pendidikan diharapkan pula timbul perilaku dan karakter individu yang kuat dan sesuai dengan adat dan atau norma yang berlaku di masyarakat. Karakter menjadi sangat penting bagi setiap remaja agar dapat mengendalikan diri dan menahan emosi dalam menghadapi suatu masalah.

Tugas-tugas pendidik pada usia remaja lebih kompleks daripada tugas-tugas pada usia anak-anak. Sesuai dengan karakteristik mental usia remaja yang sedang dalam tahap pencarian jati diri, tugas pendidik adalah menciptakan lingkungan yang sebaik-baiknya dengan memberikan banyak aktivitas positif supaya remaja tidak terjerumus pada kegiatan negatif yang merugikan masa depannya. Pendidikan karakter pada remaja dilakukan untuk pengendalian diri supaya remaja tidak terjerumus ke dalam karakter negatif. Supaya karakter positif dapat diinternalisasi menjadi karakter yang permanen, sekolah bertugas menyediakan banyak pilihan yang mendukung berkembangnya karakter positif tersebut dan menekan peluang munculnya karakter negatif. Model pendidikan karakter pada usia remaja dilakukan untuk menanamkan kedisiplinan, kejujuran, rasa hormat menghormati dan saling tolong menolong dalam semua kegiatan.

 

Bimbingan Konseling Perlu Hadir.

Pendidikan pada usia remaja menjadi momen yang penting dalam menentukan karakter seseorang setelah dewasa. Lingkungan pergaulan baik di sekolah maupun di rumah mempunyai peluang yang sama kuatnya dalam pengembangan karakter.

Sekarang ini, pendidikan karakter sangat digembor-gemborkan dalam pelaksanaan KBM. Bimbingan konseling (BK) merupakan salah satu bagian dari sekolah yang juga turut serta membantu peningkatan pendidikan karakter. Hadirnya BK diharapkan dapat mengurangi terjadinya bentuk-bentuk kenakalan remaja, terutama untuk memperkuat karakter remaja.

 

Banyak anggapan bahwa guru BK atau konselor syarat akan siswa bermasalah. Padahal pelayanan bimbingan dan konseling ditujukan dan berlaku kepada semua siswa, baik siswa-siswa yang gagal, yang menimbulkan gangguan, yang berkemungkinan putus sekolah, yang mengalami kesulitan belajar, maupun siswa-siswa yang memiliki bakat istimewa, yang berpotensi rata-rata, dan yang mengalami masalah belajar seperti angka-angka rapor yang merah, tidak naik kelas dan lain-lain.

Lembaga sekolah melalui layanan bimbingan dan konseling merupakan wadah pendidikan yang memfasilitasi berkembangnya aspek-aspek pribadi, sosial, emosional, pendidikan, dan karier bagi peserta didik. Rambu-rambu Penyelenggaraan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal menjelaskan standar kompetensi kemandirian peserta didik dalam meningkatkan kematangan emosi.

Kenakalan remaja yang disebabkan dari permasalahan emosi remaja dapat dicegah dengan cara bimbingan untuk mengontrol emosi. Kematangan emosi merupakan hal yang esensial bagi remaja. Kematangan emosi berhubungan dengan kemampuan remaja untuk bertindak secara etis dan memperlihatkan kemampuan mengendalikan diri.

Melalui bimbingan yang intensif dapat digunakan untuk memahamkan peserta didik terkait pengendalian emosi. Hal ini dapat membuat proses belajar peserta didik mencapai taraf maksimal. Sehingga masalah-masalah yang berhubungan dengan akademik pun dapat terselesaikan.

BK  juga dapat digunakan sebagai jembatan antara sekolah dan orang tua. Seperti yang kita ketahui, sebagian besar waktu peserta didik digunakan di rumah dan sekolah. Oleh karena itu perlu adanya sinkronisasi pengawasan baik di rumah dan di sekolah. Apabila terdapat masalah yang menimpa peserta didik, misalkan ia berbuat kenalan remaja, maka tak hanya sekolah saja yang berusaha untuk memperbaiki peserta didik, namun orang tua juga memiliki andil besar untuk mengayomi sang anak. Hal ini yang membuat perlu ada kerjasama dan komunikasi yang baik antara sekolah dan keluarga dalam mengembangkan karakter anak remaja.

Dengan adanya bimbingan konseling diharapkan para peserta didik dapat memaksimalkan pelayanan yang ada, terutama saat menghadapi suatu masalah. Sehingga beban yang dipikul peserta didik menjadi semakin ringan karena dapat dibantu oleh guru BK. Kurangnya masalah yang dihadapi peserta didik ini dapat mendorong berkurangnya angka kenakalan remaja. Oleh karena itu, untuk mencegah dan mengurangi kenakalan remaja maka bimbingan konseling memang dibutuhkan di bangku sekolah untuk memperkuat karakter peserta didik yang notabene adalah remaja.

 

Kak Aufa – Bimbel Tridaya Venter

Please wait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *