Berbagai Mitos Tentang Gigitan Nyamuk yang Perlu Diketahui

Haloo Tidierss,,

Kesel sama nyamul? Apalagi kalo lagi tidur? Sama banget hehe. Makanya disini Tidi mau nge-share mitos-mitos tentang nyamuk yang unik ternyata.

Sering keganggu sama nyamuk? Sama Tidi juga apalagi kalo pas lagi tidur yah, ngeselin hehe. Nih ada mitos-mitos tentang Nyamuk. Ternyata keren-keren loh. Cekidot

1. Semua Nyamuk Menghisap Darah Manusia

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, ada sekitar 3.500 spesies nyamuk. Sebagian memakan nektar tanaman dan sebagian lainnya makan dari reptil, burung dan mamalia. Dari spesies yang mengisap darah manusia, biasanya hanya pada betinanya. Di mana mereka membutuhkan protein untuk membantu proses produksi telurnya.

Spesies Aedes vexans, yang ditemukan di setiap negara bagian Amerika Serikat, hanya mengisap darah manusia. Mungkin ini yang membuat nyamuk seakan hanya ‘mengincar’ darah manusia saja.

“Untuk spesies ini, jika Anda mamalia maka Anda berada dalam targetnya setiap saat,” ungkap Joseph M. Conlon, ahli entomologi dan penasihat teknis untuk American Mosquito Control Association.

2. Nyamuk Tertarik Pada Warna dan Jenis Tertentu

Agan mungkin pernah mendengar bahwa makan makanan tertentu, seperti pisang, bir dan bawang putih, dapat menarik atau bahkan menjauhkan nyamuk. Untuk hal ini Conlon mengatakan bahwa tidak ada makanan yang Agan makan, yang bisa banyak mempengaruhi nyamuk.

Sama halnya seperti menggunakan pakaian berwarna gelap, menurut Conlon hal ini juga tidak berdampak signifikan terhadap ketertarikan nyamuk.

Harry Savage, kepala entomologi penelitian di Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mengatakan bahwa karbon dioksida dan panas tubuh adalah ‘penarik’ terbesar bagi nyamuk. Aroma tubuh juga memiliki peran cukup besar terhadap ketertarikan nyamuk. Bahan dalam keringat dan sekresi kulit lainnya, yang sering ditentukan secara genetik, bisa membuat seseorang lebih menarik bagi nyamuk dibandingkan orang lainnya.

Tak cuma itu, ukuran tubuh menurut kedua ahli ini juga memiliki pengaruh. Bukti menunjukkan bahwa nyamuk cenderung memilih pria daripada wanita, orang dewasa daripada anak-anak dan orang-orang yang bertubuh lebih besar daripada bertubuh kecil. Conlon mengatakan alasannya adalah mereka yang secara fisik lebih besar cenderung akan menghasilkan lebih banyak panas tubuh, lebih banyak karbon dioksida dan memiliki massa tubuh yang lebih besar.

3. Nyamuk Lebih Menyukai Darah Wanita Hamil

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2000 mendukung kepercayaan bahwa nyamuk lebih memilih untuk mengisap darah wanita hamil. Namun studi ini hanya dilakukan terhadap 36 wanita hamil dan 36 wanita tak hamil. Nyamuk yang digunakan juga merupakan spesies asli Gambia, sebuah negara kecil di Afrika.

Berdasarkan hasil tersebut, diduga penyebabnya adalah karena wanita hamil mengeluarkan lebih banyak panas tubuh dan karbon dioksida.

Conlon dan Savage mengatakan studi ini mungkin berlaku, tetapi tidak memiliki alasan dan informasi yang cukup akurat.

4. Tanaman Citronella dan Lilin Mencegah Gigitan Nyamuk

Citronella menurut Conlon tidak cukup ampuh untuk bisa menolak gigitan nyamuk. Begitu juga dengan lilin Citronella. Adanya angin atau perubahan arah angin dapat merusak perlindungan tersebut.

“Conlon juga memperingatkan terhadap produk alami yang diklaim dapat mengusir nyamuk. “Tidak ada tekanan evolusi yang menghasilkan penolak nyamuk bagi manusia. Manusia hanyalah sumber protein di planet ini,” ungkapnya.

Nah segitu dulu mitos-mitos tentang nyamuknya. Semoga kita bisa lebih bijak dalam menyikapi berbagai permasalahan dengan nyamuk. *tsaahhh

Makasi ya Kaskus atas thread2 bermanfaatnya. 🙂

Sumber

Please wait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *