Sistem Pendekatan Individu (SPI)

Sistem Pendekatan Individu

Gambar Kegiatan Belajar Bimbel Tridaya

PEMBELAJARAN DENGAN SISTEM PENDEKATAN INDIVIDU

Pembelajaran dengan Sistem Pendekatan Individu (SPI) lahir dengan filosofi bahwa setiap peserta didik itu unik, berbeda satu sama lain, tidak ada ada satu peserta didik pun yang sama. Pembelajaran dengan Sistem Pendekatan Individu sangat memperhatikan dan mengedepankan pengembangan potensi, karakter, dan kebutuhan setiap peserta didik. Oleh karena itu proses dan hasil pembelajaran tentu berbeda, sehingga diperlukan metode dan tehnik yang berbeda antara satu peserta didik dengan peserta didik lainnya dalam proses pembelajarannya.

Bertitik tolak dari konsep bahwa setiap peserta didik itu memiliki perbedaan yang khas, maka pembelajaran dengan Sistem Pendekatan Individu merupakan proses pembelajaran yang sangat memperhatikan potensi, karakter, dan kebutuhan setiap peserta didik, melalui penerapan strategi, metode, media dan tehnik pembelajaran yang sesuai.

Tujuan dari pembelajaran dengan Sistem Pendekatan Individu adalah pencapaian perkembangan secara optimal dari aspek pengetahuan (cognitive), sikap (attitude), keterampilan (skills) peserta didik, dengan kata lain tercapainya perubahan perilaku belajar termasuk di dalamnya peningkatan prestasi belajar.

Dalam upaya mencapai tujuan tersebut diperlukan guru atau tenaga pendidik yang kompeten dan memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap :

1. Pendidik atau guru itu sendiri sebagai individu yang memiliki potensi, kemampuan, dan kebutuhan yang khas.

2. Peserta didik menyangkut karakteristik, potensi, kemampuan dan kebutuhan baik fisiologis maupun psikologis.

3. Berbagai aspek yang mempengaruhi proses dan hasil belajar baik lingkungan, kurikulum, metode, tehnik, media, serta fasilitas pendukung lainnya.

Dalam prakteknya, pembelajaran dengan Sistem Pendekatan Individu berorientasi pada kualitas proses belajar berkelanjutan yang bermuara pada peningkatan prestasi belajar peserta didik melalui kerjasama dan komunikasi yang harmonis antara siswa, guru dan orangtua.

Mengapa perbandingan guru dan siswa untuk SD/SMP 1 : 5 dan untuk SMA 1 : 8? Dan satu ruangan terdiri dari beberapa kelompok? Untuk mengetahui jawabannya silakan klik disini.

Please wait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *